Definisi pembusukan: ancaman, metode, faktor, solusi

2 min read

Definisi-pembusukan-ancaman-metode-faktor-solusi

Definisi pembusukan
Buka baca cepat

Disintegrasi secara harfiah dipahami sebagai pembagian suatu bangsa menjadi beberapa bagian yang terpisah (Kamus Ensiklopedia Baru Webster 1996). Melihat adanya gerakan segregasi seringkali tidak dimulai dari idealisme untuk berdiri sendiri, karena perlakuan terhadap daerah atau kelompok minoritas oleh pemerintah secara fundamental tidak terpuaskan, seperti persoalan otonomi daerah, keadilan sosial, pembangunan yang adil dan keadilan dan hal-hal seperti itu. Gelombang reformasi yang sedang berlangsung telah menimbulkan kekhawatiran tentang disintegrasi (disintegrasi) bangsa di negara saat ini, yang dapat digambarkan sebagai konfliktual dan kontroversial, serta berbagai tren dan realitas baru. Segala sesuatu yang berkaitan dengan Orde Baru, termasuk format dan paradigma politik, dihujat dan dibongkar. Aliansi ideologis dan politik juga muncul, yang ditandai dengan penyebaran partai politik baru. Pada saat yang sama, terdapat sejumlah tuntutan dari daerah-daerah di luar Jawa untuk otonomi atau kemerdekaan yang lebih besar, yang tentunya menambah masalah ketika terjadi konflik dan bentrokan antar suku, dengan segala permasalahannya.

Definisi-pembusukan-ancaman-metode-faktor-solusi

Disintegrasi nasional juga dapat disebabkan oleh ketidakadilan perlakuan pemerintah daerah oleh pemerintah pusat, terutama di daerah-daerah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah / berlebihan / berpotensi untuk kemakmuran, sehingga daerah tersebut mampu menjalankan pemerintahannya sendiri pada tingkat kepentingan bersama yang tinggi. Selain itu, disintegrasi bangsa juga dipengaruhi oleh perkembangan politik belakangan ini. Dalam kehidupan politik sangat jelas terlihat adanya pengaruh pernyataan politik para elit dan pemimpin bangsa yang seringkali mempengaruhi tatanan kehidupan berbangsa, akibat masih kentalnya bentuk-bentuk primodialisme sempit kelompok. Kelompok, daerah, dan bahkan agama. Hal ini menunjukkan bahwa elit politik secara sadar atau tidak sadar memprovokasi masyarakat. Keterbatasan tingkat intelektual sebagian besar masyarakat Indonesia sangat mudah dipengaruhi oleh perkataan elit, sehingga dengan mudah mereka terdorong untuk melakukan tindakan yang menimbulkan keresahan atau konflik antar kelompok atau kelompok.

Risiko pembusukan di Indonesia

Risiko pembusukan

Karena faktor-faktor penyebab masalah dan gerakan disintegrasi yang diuraikan di atas, jelas terlihat bahwa bangsa ini sangat rentan terhadap gerakan dan konflik daerah yang berujung pada disintegrasi. Pasca lepasnya Timor Leste dari pangkuan ibu pertiwi, bangsa ini masih terancam reintegrasi. Setelah GAM mereda, muncullah Gerakan Papua Merdeka yang notabene identik dengan GAM, yaitu ingin membebaskan wilayahnya dan dipisahkan dari Indonesia. Belakangan ini juga sering terjadi konflik kecil di daerah-daerah seperti di Tarakan, Kalimantan Timur, dan masih sering terjadi kerusuhan di Ambon. Konflik muncul karena perbedaan suku dan agama. Nampaknya bangsa ini tidak akan pernah lepas dari masalah kebusukan karena masyarakat tidak segera menyadarinya. Bangsa ini masih terlalu lemah untuk menjalin hubungan persatuan dan kesatuan dari Sabang sampai Merauke.

Apalagi sekarang kita memasuki era globalisasi

di mana jaringan informasi dan komunikasi di seluruh dunia terbuka satu sama lain. Kehadiran globalisasi memang berdampak positif bagi kehidupan kita karena kini kita lebih mampu berinteraksi satu sama lain dan menimba ilmu lebih banyak dari bangsa lain agar kita tidak menjadi tertinggal. Namun, dampak negatifnya juga sangat besar sehingga memicu terjadinya disintegrasi bangsa. Beberapa dampak negatif globalisasi:

Globalisasi dapat meyakinkan masyarakat Indonesia

bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan merubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Dalam hal ini hasil nasionalisme bangsa hilang
Di bawah aspek globalisasi ekonomi, hilangnya kecintaan terhadap produk lokal akibat banyaknya produk luar negeri (seperti McDonald’s, Coca Cola, Pizza Hut, dll) membanjiri Indonesia. Hilangnya kecintaan pada produk lokal merupakan gejala menurunnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
Dalam masyarakat kita, terutama di kalangan anak muda, banyak yang melupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia karena gaya hidup mereka yang cenderung meniru budaya Barat yang dipandang masyarakat dunia sebagai Mekah.

 

LIHAT JUGA :

https://teknologia.co.id/
https://butikjersey.co.id/
https://kabarna.id/
https://manjakani.co.id/
https://sewamobilbali.co.id/
https://deevalemon.co.id/
https://cipaganti.co.id/
https://pulauseribumurah.com/
https://pss-sleman.co.id/
https://mitranet.co.id/