Explanation Text: Pengertian, Struktur, dan Contoh Halaman

4 min read

explanation-text-halaman

Pengertian, Tujuan, Contoh dan Struktur Explanation Text dalam Bahasa Inggris

explanation-text-halaman

Memahami Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks nonfiksi yang menggambarkan suatu proses, misalnya siklus air dan sebagainya. Dengan kata lain, Explanation Text adalah teks yang berfungsi untuk menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa atau hal secara rinci, contoh peristiwa yang terjadi dari uap air atau tsunami dan peristiwa lain yang memiliki unsur alam, budaya, peristiwa sosial dan yang lain.
Tujuan Bahasa Teks Eksplanasi

Apa Tujuan dari Teks Eksplanasi?

Maksud atau tujuan dari suatu teks eksplanasi sama dengan namanya yaitu menjelaskan, yang berarti ‘menjelaskan’ secara rinci terjadinya suatu peristiwa kepada pembaca agar pembaca dapat memahami dan memperoleh informasi dengan baik.
Teks Penjelasan Struktur Bahasa

Bagaimana Struktur Teks Eksplanasi?

Ada tiga bagian dalam struktur kebahasaan Explanation Text, yaitu:

Pernyataan Umum (Belqis Huril)

Dalam general statement berisi penjelasan umum tentang fenomena yang akan dibahas, dapat berupa pengenalan fenomena atau penjelasan.

Urutan penjelasan (Soimah)

Sekuen penjelasan berisi penjelasan tentang proses mengapa fenomena itu bisa terjadi atau tercipta. Sebuah rangkaian penjelasan berupa jawaban atas pertanyaan ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ penulis ketika membuat teks eksplanasi. Dalam urutan penjelasan dapat terdiri lebih dari satu paragraf.

Penutup (Latifatul)

Sebenarnya penutup tidak tercantum dalam struktur umum teks eksplanasi, tetapi kebanyakan orang mengira bahwa paragraf terakhir dari teks eksplanasi adalah penutup, padahal itu adalah bagian dari rangkaian eksplanasi yang berisi langkah-langkah terakhir yang dijelaskan di bagian sekuen eksplanasi. .

Ciri-ciri Teks Eksplanasi

  • Menggunakan simple present tense
  • Menggunakan kata benda abstrak (kata benda yang terlihat)
  • Menggunakan suara pasif
  • Menggunakan kata kerja Tindakan

Tujuan Komunikatif Teks

  • Untuk menjelaskan proses yang terlibat dalam pembentukan atau kerja alam
  • atau fenomena sosial budaya.
  • (Menjelaskan proses-proses yang terjadi dalam pembentukan atau kegiatan yang berkaitan dengan fenomena alam, dunia ilmiah, sosial budaya,

atau yang lainnya). (Desain)

  • Struktur Generik (Struktur teks atau kerangka kerja)
  • General Statement (Pernyataan Umum), pernyataan untuk memposisikan pembaca. (Belqis Huril Z)
  • Penjelasan berurutan tentang mengapa atau bagaimana sesuatu terjadi. (Soimah)
  • Penutupan, jika ada. (Latifa)

Fitur Leksikogramatik yang Signifikan (Karakteristik Bahasa)

Menggunakan:

  • Fokus pada Peserta generik manusia dan non-manusia generik. (Monika)
  • Penggunaan Suara Pasif. (Nasiruddin)
  • Konjungsi Waktu. (Sofi)
  • Menggunakan kata kerja Aksi (Tri)

Contoh Teks Eksplanasi dan Bagian Strukturnya

Untuk menambah pemahaman Anda tentang teks eksplanasi di atas, penulis juga menyertakan contoh teks eksplanasi dengan terjemahan sebagai berikut:

Membuat Kertas dari Serpihan Kayu

Pernyataan umum

  • Woodchipping adalah proses yang digunakan untuk mendapatkan produk pulp dan kertas dari pohon hutan. Proses woodchipping dimulai ketika pohon-pohon ditebang di area hutan terpilih yang disebut coupe.
  • (Woodchipping adalah proses yang digunakan untuk mendapatkan produk pulp dan kertas dari pohon hutan. Proses woodchipping dimulai ketika pohon ditebang di area hutan tertentu yang disebut coupe.)

urutan penjelasan

Selanjutnya pucuk dan dahan pohon ditebang dan kemudian kayu gelondongan dibawa ke pabrik. Di pabrik, kulit kayu gelondongan dibuang dan kayu gelondongan dibawa ke alat pemotong yang memotongnya menjadi potongan-potongan kecil yang disebut serpihan kayu. Serpihan kayu kemudian disaring untuk menghilangkan kotoran dan kotoran lainnya. Pada tahap ini mereka diekspor dalam bentuk ini atau diubah menjadi bubur kertas oleh bahan kimia dan panas. Pulp kemudian diputihkan dan kandungan airnya dihilangkan.

(Selanjutnya pucuk dan dahan pohon ditebang lalu kayu gelondongan dibawa ke penggilingan. Di penggilingan kulit kayu dibuang dan kayu gelondongan dibawa ke alat pemotong yang memotong kayu gelondongan. Pulpnya dipecah menjadi potongan-potongan kecil yang disebut serpihan kayu. Serpihan kayu kemudian disaring untuk menghilangkan kotoran dan kotoran lainnya. Pada tahap ini mereka dapat diekspor dalam bentuk itu atau diubah menjadi bubur kertas dengan bahan kimia dan panas. kemudian diputihkan dan kadar airnya akan dihilangkan.)

Penutupan

Akhirnya pulp digulung untuk membuat kertas.

(Akhirnya pulp digulung untuk membuat kertas.)
Contoh Teks Eksplanasi (I)

Bagaimana Makanan Dicerna?

Makanan yang kita makan dipecah dan digunakan oleh tubuh kita. Penguraian makanan ini disebut pencernaan.

Anda mungkin pernah mendengar perut Anda keroncongan setelah Anda makan. perut, gigi, lidah, dan usus semuanya membantu mencerna makanan.

saat Anda mengunyah makanan, pencernaan dimulai. makanan didorong oleh lidah ke trapoloor di bagian belakang tenggorokan yang disebut kerongkongan. kemudian berpindah ke lambung. di mana jus pencernaan membuatnya lebih kecil. di usus kecil. kebaikannya ‘meresap’. Akhirnya air dikeluarkan di usus besar.

Kebaikan yang tersisa sekarang dapat dibawa ke seluruh tubuh oleh darah untuk digunakan sebagai energi, perbaikan dan pertumbuhan.

(Terjemahan)
Bagaimana makanan dicerna?
Makanan yang kita makan dipecah dan digunakan oleh tubuh kita. kesalahan makanan ini disebut pencernaan.
Anda mungkin pernah mendengar perut anda yang menggelegak setelah Anda makan. perut, gigi, lidah dan usus semua membantu mencerna makanan.

saat Anda mengunyah makanan Anda, pencernaan dimulai. makanan oleh lidah ke trapoloor bagian belakang tenggorokan yang disebutoesophagus. Hal ini kemudian dipindahkan ke perut. dimana jus membuatnya lebih kecil. dalam usus kecil. sari makanan yang diserap dengan baik. Akhirnya air diambil dalam usus besar.
sari makaan yang tersisa sekarang dapat disalurkan di seluruh tubuh dengan darah yang digunakan sebagai energi, perbaikan dan pertumbuhan.

Contoh Teks Eksplanasi (II)

Memahami Proses Tsunami
Di Indonesia khususnya, kita sangat dekat dengan kata “Tsunami”. Memang bencana alam yang satu ini tidak pernah menorehkan luka yang dalam bagi bangsa kita. Beberapa tahun lalu, ribuan nyawa melayang tersapu tsunami di Banda Aceh. Indonesia berduka, dunia berduka. Tsunami memang bukan milik Indonesia sendiri. Semua negara yang berbatasan dengan laut dan memiliki potensi gempa yang tinggi rawan terkena tsunami. Salah satunya adalah negara yang digdaya dengan teknologi, Jepang. Sayangnya, meski tsunami sudah begitu familiar, namun tidak sedikit dari kita yang belum mengetahui pengertian tsunami yang sebenarnya. Demikian halnya dengan proses terjadinya tsunami itu sendiri. Artikel ini mencoba menjawab pertanyaan kedua.
Apa Itu Tsunami?

Kata “Tsunami” sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang besar (Tsu: pelabuhan dan Nami: gelombang). Definisi Adapan yang disepakati banyak orang adalah tsunami adalah bencana alam yang disebabkan oleh naiknya air laut ke daratan dengan kecepatan tinggi akibat gempa yang berpusat di bawah laut. Gempa tersebut bisa saja disebabkan oleh tanah longsor, pergeseran lempeng tanah, gunung berapi meletus dan meteor yang jatuh di lautan. Ini biasanya terjadi ketika gempa berkekuatan tsunami melebihi 7 skala richter. Tsunami cukup berbahaya, terutama bagi mereka yang tinggal di lingkungan pesisir. Dengan kekuatan besar, dia akan menyapu habis apa yang telah dihabiskan.
Proses Terjadinya Tsunami

Jika berbicara tentang proses terjadinya tsunami, maka tentunya kita harus mulai dari penyebabnya, yaitu daerah gempa di laut. Tsunami selalu mengawali suatu gerakan dahsyat yang biasa kita sebut gempa. Meskipun diketahui ada banyak jenis gempa, tetapi 90% tsunami yang disebabkan oleh pergerakan lempeng di perut bumi terjadi di lautan. Namun, perlu juga disebutkan, sejarah pernah mencatat tsunami dahsyat akibat letusan Krakatau.
Gempa yang terjadi di perut bumi akan mengakibatkan munculnya tekanan ke arah vertikal sehingga dasar laut akan naik turun dalam kurun waktu yang singkat. Hal ini kemudian akan memicu ketidakseimbangan pada air laut yang kemudian terdorong menjadi gelombang besar yang menggerakan wilayah daratan.
Dengan kekuatan besar pada gelombang air, wajar saja jika bangunan di Daratan bisa tersapu dengan mudah. Gelombang tsunami ini merambat dengan kecepatan yang tak terbayangkan. Dia bisa mencapai 500 hingga 1000 kilometer per jam di laut. Dan pada saat mencapai pantai, kecepatannya berkurang menjadi 50 hingga 30 kilometer per jam. Meski berkurang dengan cepat, namun kecepatannya bisa saja menyebabkan kerusakan parah pada manusia.

Jika kita mengamati proses terjadinya tsunami, tentu kita memahami bahwa tidak ada campur tangan manusia di dalamnya. Dengan demikian, kami tidak memiliki kontrol untuk mencegah penyebab ini. Namun dengan kewaspadaan dan persiapan yang maksimal, dampak dari tsunami itu sendiri dapat diminimalisir. Contoh bagus sudah ditunjukkan Jepang. Meski rawan tsunami, namun kesadaran masyarakatnya mampu menekan jumlah korban jiwa akibat bencana tersebut.

(Terjemahan)

Pengertian & Proses Terjadinya Tsunami

Di Indonesia khususnya, kita teramati dekat dengan kata “Tsunami”. Memang, bencana alam yang satu ini pernah menggoreskan luka yang dalam bagi bangsa kita. Beberapa tahun yang lalu, nyawa melayang tersapu Tsunami di Banda A

Sumber :