Pengertian Hubungan Sosial, Bentuk, Faktor

5 min read

hubungan-sosial

Definisi hubungan sosial

hubungan-sosial

Definisi hubungan sosial ini kemudian menunjukkan adanya interaksi antar manusia. Menurut Gillin dan Gillin, hubungan sosial ini merupakan hubungan yang dinamis, yang kemudian mencakup hubungan antar individu maupun antar kelompok dan antar manusia dan kelompok.

Proses hubungan sosial dapat atau mungkin secara langsung tatap muka atau tidak langsung atau menggunakan media seperti radio, korespondensi, telepon, televisi, dan lain-lain. Proses hubungan sosial terjadi ketika dua orang atau lebih melakukan kontak sosial atau bahkan saling berkomunikasi.

Persyaratan untuk penampilan hubungan sosial

Prasyarat munculnya hubungan sosial ini meliputi:

Kontak sosial

Pengertian kontak kemudian berasal dari bahasa latin, antara lain cun atau cum yang artinya bersama, dan tango yang artinya menyentuh. Istilah kontak secara harfiah menyentuh satu sama lain. Jadi, kontak terjadi secara fisik bila ada hubungan fisik.

Namun dalam fenomena sosial, definisi kontak sosial tidak terbatas pada pembentukan hubungan fisik. Jika kita berteriak memanggil teman di seberang jalan, atau jika kita menulis atau membaca pesan teks dan orang lain, itu berarti telah terjadi kontak sosial. Bahkan kemajuan teknologi pun telah mengubah konsep kontak sosial, di mana kontak sosial tidak harus melalui kontak fisik.

Berdasarkan proses yang berlangsung, kontak sosial ini dapat atau dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  • Kontak utama adalah melalui pertemuan langsung dengan wajah Anda, baik melalui kontak fisik maupun tidak, mis. B. Berjabat tangan, bahasa isyarat, berbicara, tersenyum.
  • Kontak sekunder, hal ini terjadi secara tidak langsung melalui media tertentu, misalnya melalui TV, telepon dan lain-lain.

Berdasarkan jumlah orang yang terlibat, kontak sosial berikut dapat atau dapat dibedakan:

  • Kontak antar individu. Contohnya adalah kontak antara guru dan guru, lalu antara penjual dan pembeli dan lain-lain.
  • Kontak antarkelompok. Contohnya seperti pertandingan sepak bola di mana dua tim sepak bola berkumpul, ada pertandingan bola voli, kemudian juga pertandingan kuis dan sebagainya.
  • Kontak antar individu dan kelompok. Contohnya adalah guru serpti yang mengajar siswanya, dosen dengan peserta seminar dan lain-lain selain dirinya.

komunikasi

Komunikasi ini merupakan reaksi atau reaksi seseorang terhadap tindakan tertentu dan terhadap orang lain. Dalam hal ini, komunikasi terjadi setelah kontak sosial. Meski demikian, belum dapat dipastikan terjadinya kontak sosial dalam komunikasi akan tetap ada. Jika Anda tersenyum pada seseorang dan orang tersebut tidak menjawab sama sekali, itu menunjukkan bahwa kontak sosial tidak mengarah pada komunikasi. Komunikasi ini dengan demikian menunjukkan hubungan timbal balik atau hubungan timbal balik antara dua orang yang berperan sebagai komunikator (pemberi pesan) dan juga penerima pesan.

Komunikasi ini bisa atau bisa positif atau negatif. Komunikasi positif, ketika orang-orang yang berkomunikasi satu sama lain menghasilkan suatu bentuk kolaborasi. Adapun komunikasi negatif, ketika orang berkomunikasi satu sama lain menciptakan beberapa bentuk pertentangan atau permusuhan.

Karakteristik hubungan sosial

Singkatnya, hubungan sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dapat atau dapat didasarkan pada ciri-ciri yang terlihat berupa:

  • Ada lebih banyak aktor daripada satu orang.
  • Ada tujuan tertentu terlepas dari apakah tujuan tersebut diharapkan dari aktor atau tidak.
  • Adanya komunikasi antar aktor yaitu melalui penggunaan simbol-simbol berupa bahasa lisan atau bahasa isyarat.
  • Ada dimensi waktu (masa lalu, sekarang dan masa depan) yang kemudian menentukan sikap dari tindakan yang sedang berlangsung.

Bentuk hubungan sosial

Di bawah ini salah satu bentuk hubungan sosial, antara lain:

Asosiatif

Ini adalah proses interaksi yang meningkatkan solidaritas anggota kelompok dan juga menciptakan persatuan. Ini kemudian menciptakan ikatan sosial yang erat, saling membutuhkan dan kerjasama. Proses asosiatif berupa adaptasi, kerjasama dan asimilasi.

1. Akomodasi

Ini adalah proses sosial yang terjadi di antara individu atau kelompok yang awalnya berkonflik atau bermusuhan dan kemudian menyesuaikan diri untuk mengatasi kekurangan. Penampungan ini adalah cara untuk menyelesaikan perselisihan tanpa menghancurkan pihak lain.

Tujuan dari akomodasi ini adalah:

  • Mencegah pecahnya konflik dalam jangka pendek
  • Memungkinkan Anda untuk mengatur kolaborasi antara individu atau kelompok
  • Mengurangi konflik antar orang atau kelompok
  • Untuk mempertemukan kelompok sosial dengan pemahaman yang berbeda

2. Kerjasama

Ini adalah proses sosial yang terjadi antara individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Menurut Charles H. Cooley, kolaborasi terjadi ketika individu atau kelompok memiliki kepentingan yang sama. Selain pengetahuan dan pengendalian diri agar dapat memenuhi kepentingan melalui kerjasama. Munculnya kolaborasi tersebut disebabkan beberapa faktor, antara lain:

Ada ancaman dari luar
Mencari keuntungan pribadi
Bantu orang lain

3. Asimilasi

Ini adalah proses sosial yang terjadi antara kelompok orang dari latar belakang berbeda dan memiliki interaksi jangka panjang. Namun dengan terjadinya asimilasi maka budaya asli berubah dan membentuk budaya baru. Budaya baru ini merupakan hasil perpaduan antara budaya lama dan masyarakat baru. Ketika dua kelompok berasimilasi, batas kelompok menghilang. Terjadinya asimilasi ini tentunya ada faktor-faktor yang mendorongnya.

Penggerak asimilasi

  • Sikap menghormati orang luar (orang asing) dan juga budayanya
  • Ada kesamaan dalam unsur budaya
  • Ada musuh dari luar
  • Sikap terhadap toleransi

Asosiatif

Ini adalah proses sosial yang menciptakan perpecahan atau memperkuat solidaritas kelompok. Proses asosiatif kemudian dipecah menjadi tiga bidang termasuk persaingan, kemudian pertentangan dan kontroversi. Di bawah ini adalah pembahasan masing-masing.

Kompetisi pertama

Itu adalah sikap dalam persaingan untuk suatu posisi atau jabatan, baik secara individu atau kelompok atau secara terbuka atau juga secara rahasia. Kompetisi dapat atau dapat dilakukan secara individu atau kelompok. Jika persaingan dilakukan dengan cara yang tidak sehat akan menimbulkan perpecahan dan permusuhan sehingga hubungan sosial yang semula baik bisa atau bisa menjadi buruk atau bahkan tidak harmonis. Contohnya seperti persaingan kelompok antar perusahaan yang memiliki produk yang sama. Perusahaan 1 kemudian menipu atau berusaha untuk menghancurkan perusahaan lain. Maka hubungan sosial yang ada tidak akan baik dan akan memancing permusuhan. Terjadinya persaingan ini kemudian memiliki beberapa akibat, diantaranya sebagai berikut:

  • Dapat mengubah sikap baik itu menjadi sikap buruk
  • Dapat merubah hubungan yang tadinya baik menjadi tidak harmonis
  • Benturan fisik dapat mengakibatkan kerusakan atau kematian

2. Kontroversi

Merupakan proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaan sikap individu, perbedaan antar budaya, kemudian perbedaan minat atau perubahan sosial. Masing-masing orang tersebut memiliki ciri dan ciri masing-masing. Karena perbedaan ini, konflik mungkin timbul atau mungkin timbul. Apalagi masing-masing orang ini akan benar, lalu akan ada konflik atau konflik. Selain itu, perbedaan budaya tersebut juga menimbulkan konflik. Apalagi oleh orang-orang yang kemudian memiliki sifat chauvinisme atau lekat pada itu, artinya mereka lebih menyukai budayanya sendiri dan kemudian melihat budaya lain di antara mereka sendiri. Sikap seperti ini kemudian bisa menimbulkan konflik.

3. Pelanggaran

Ini adalah proses sosial yang terletak di antara persaingan dan pertentangan dan juga menunjukkan sikap tidak senang. Konvensi tersebut kemudian mengambil berbagai bentuk, termasuk pelanggaran berat, konvensi rahasia, pelanggaran taktis, pelanggaran umum, dan pelanggaran sederhana.

Faktor hubungan sosial

Faktor pendorong terjadinya hubungan sosial adalah sebagai berikut

  • Kesamaan asal (wilayah) atau bahasa
  • Keserupaan dengan agama
  • Hubungan keluarga
  • Persamaan Idiologis Hubungan Kerja (ini memanifestasikan dirinya kemudian dalam sebuah organisasi)
  • Kepentingan bersama
  • Kesamaan tempat tinggal / tempat tinggal
  • Faktor sosial (sebagai makhluk sosial, tentunya tidak mungkin seseorang hidup sendiri)
  • Faktor ekonomi (seseorang membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya)
  • Faktor pendidikan

Pengaruh hubungan sosial

Tentunya ada efek positif dan negatif dari bentuk hubungan sosial di masyarakat, diantaranya sebagai berikut:
Efek positif dari hubungan sosial

  • Terjadinya kerjasama antar warga
  • Pembentukan kelompok organisasi
  • Kebutuhan masyarakat terpenuhi
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi
  • Terwujudnya demokrasi
  • Masyarakat berorientasi masa depan
  • Tingkatkan pembagian kerja di masyarakat sesuai kemampuan Anda
  • Perkuat persahabatan
  • Ini adalah proses penghargaan seumur hidup yang mendorong proses internalisasi.
  • Sederhanakan proses sosialisasi.
    Untuk memudahkan proses enkulturasi ini, pemikiran dan sikap harus disesuaikan dengan keberadaan adat istiadat, sistem norma, dll.
  • Itu adalah akulturasi yang positif, ini adalah campuran dari dua budaya dan lebih banyak, tetapi tidak menghilangkan kepribadian dari salah satu budaya.
  • Terjadinya difusi ini merupakan proses penyebaran oleh orang-orang di seluruh dunia.

Efek negatif dari hubungan sosial

  • Munculnya ketegangan, sekaligus perselisihan sosial, kemudian perselisihan dan pandangan dalam hubungan sosial yang tidak dapat atau tidak dapat diselesaikan dan juga sering menimbulkan ketegangan sosial, dan ada juga saat muncul dan kemudian berubah menjadi konflik fisik.
  • Persaingan tidak sehat
  • Bisa atau bisa menciptakan sikap otoriter
  • Terjadi akulturasi negatif, dua budaya inilah yang kemudian saling mempengaruhi dan menyebabkan hilangnya kepribadian di antara kedua budaya tersebut.
  • Terjadinya asimilasi ini merupakan proses sosial yang muncul ketika terjadi budaya lain, yang berubah seiring waktu dan membentuk budaya baru.

Contoh hubungan sosial

Di bawah ini adalah beberapa contoh hubungan sosial, termasuk:

  • Teladan individu untuk individu.
  • Guru menasihati siswa yang terlambat.
  • Ahmad menyuruh adik laki-lakinya untuk berhenti menangis.
  • Teladan bagi individu dengan kelompok.
  • Guru mengawasi siswa yang mengikuti ujian di kelas
  • Polisi mengatur lalu lintas.
  • Contoh kelompok demi kelompok.
  • Sekelompok mahasiswa KKN memimpin jalan bagi masyarakat.
  • Pemantauan oleh kpk ke dpr.
  • Kedua perusahaan yang melakukan usaha patungan (joint venture) ini selalu memantau

Sumber :