Pengertian Kerongkongan (Esofagus), Bagian, Struktur Fungsi

2 min read

pengertian-kerongkongan

Apa itu kerongkongan

pengertian-kerongkongan

Kerongkongan merupakan organ pencernaan yang berbentuk tabung otot yang berfungsi membawa makanan dari mulut ke lambung. Esofagus ini mendorong makanan dengan gerakan yang dihasilkan dari kombinasi kontraksi otot yang disebut peristaltik. Panjang kerongkongan pada orang dewasa kira-kira. 23-25 ​​cm dengan lebar kira-kira. 2 cm.

Kerongkongan (esophagus) adalah bagian dari sistem pencernaan yang berada di belakang tenggorokan dan di depan lambung, serta menempel juga pada batang tenggorokan. Kata esophagus berasal dari bahasa Yunani “Oeso” yang berarti “membawa” dan “Phagus” yang berarti “makan”. Dalam bahasa Indonesia esophagus ini sering disebut dengan esophagus. Makanan hanya melewati kerongkongan ini selama kurang lebih 6 detik. Setelah itu, makanan didorong masuk ke dalam perut. Dinding esofagus terdiri dari 4 (empat) lapisan. Lapisan selaput lendir, yang terletak di bagian dalam, dibentuk oleh epitel berlapis (datar), yang diarahkan ke faring di bagian atas dan kemudian mengalami perubahan signifikan pada batas esofagus-lambung dan menjadi epitel lapisan dada perut. Selaput lendir esofagus bersifat basa (basa) dalam kondisi normal dan tidak dapat menahan isi lambung yang sangat asam

Lapisan submukosa mengandung sel sekretori yang menghasilkan lendir. Lendir ini berguna untuk memperlancar jalannya makanan saat tertelan dan untuk melindungi selaput lendir agar tidak “terluka” oleh bahan kimia. Lapisan otot luar tersusun memanjang dan bagian dalamnya melingkar. Sepertiga bagian atas esofagus adalah otot rangka. Sedangkan sepertiga bagian bawah adalah otot polos. Daerah transisi ini berada di tengah dan juga berisi otot rangka dan otot polos.

Susunan otot dengan cara ini menyebabkan kerongkongan melakukan gerakan otomatis naik turun. Gerakan ini disebut gerakan peristaltik, yang menyebabkan makanan bergerak menuju perut.

Struktur kerongkongan (esophagus)

Kerongkongan memiliki struktur yang sama dengan organ pencernaan lainnya seperti usus dan lambung. Struktur esofagus terdiri dari 4 dinding berikut (dari luar ke dalam)

Lapisan yang serius

Ini adalah lapisan terluar, yang terdiri dari pembuluh darah, getah bening, dan saraf. Lapisan esofagus serosa adalah jaringan ikat. Lapisan serosa ini memiliki rongga kecil tempat cairan serosa bocor, yang berfungsi sebagai pelumas untuk pergerakan otot.

Lapisan otot

Lapisan otot di kerongkongan ini merupakan lapisan otot polos yang bekerja tanpa kita sadari. Ada dua jenis serat otot, yaitu serat otot longitudinal (memanjang) dan melingkar (melingkar). Kombinasi kontraksi kedua jenis otot ini mengarah pada gerak peristaltik usus, yang berfungsi memecah makanan dan juga mengangkutnya ke organ pencernaan terdekat.

Lapisan submukosa

Berupa lapisan jaringan ikat longgar yang berisi pembuluh darah, getah bening, saraf dan kelenjar mukosa. Pembuluh darah di lapisan submukosa esofagus ini memainkan peran penting dalam sirkulasi makanan yang tertelan.

Lapisan lendir

Lapisan mukosa terdiri dari sel epitel berlapis datar dan jaringan ikat tipis. Selaput lendir memiliki sel piala yang dapat menghasilkan lendir. Dalam keadaan normal, esophagus tidak resisten terhadap asam lambung yang bersifat asam, sehingga terasa seperti sensasi terbakar ketika ada kelainan peningkatan asam lambung pada lapisan esophagus.

Bagian dari kerongkongan (esophagus)

Kerongkongan (esophagus) terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  • Superior (sepertiga bagian atas esofagus)
  • Sebagian besar otot yang menyusun esofagus di bagian ini adalah otot rangka (bekerja secara sadar / dapat dikendalikan)
  • Tengah (2/3 bagian tengah esofagus)
  • Itu terdiri dari campuran otot rangka serta otot polos.
  • Inferior (3/3 bagian bawah esofagus)
  • Otot penyusun ini adalah otot polos yang bekerja tanpa kita sadari (tak terkendali).

Fungsi kerongkongan (esophagus)

Fungsi esofagus adalah:

Mengoper makanan dari mulut ke perut

Ini adalah fungsi dasar kerongkongan. Ada dua jenis saluran di tenggorokan manusia, termasuk kerongkongan dan tenggorokan. Kerongkongan dalam hal ini berfungsi sebagai pipa untuk menyalurkan makanan dari mulut ke lambung, sedangkan tenggorokan adalah saluran pernafasan yang tugasnya menghubungkan mulut ke paru-paru.
Menghasilkan gerakan peristaltik

Tentu saja makanan tersebut tidak hanya didistribusikan di kerongkongan saja. Ada otot yang membuat gerak peristaltik, sehingga dinding berkontraksi dan makanan secara perlahan didorong ke dalam perut. Perlu diperhatikan bahwa makanan ini hanya lewat begitu saja tanpa mengalami proses pencernaan, yaitu saat aktivitas pencernaan dimulai di dalam perut.

Mencegah laju pengisian dan cairan lambung

Selama proses pencernaan, lambung ini menghasilkan asam kuat yaitu asam klorida dan juga berbagai enzim yang harus mendukung proses pencernaan. Campuran ini disebut asam lambung.

Terjadinya penyempitan otot sfingter di kerongkongan dapat atau dapat mencegah cairan lambung memasuki kerongkongan sebagai akibat dari peningkatan kadar asam lambung.

Sekian dan terima kasih telah membaca tentang pentingnya esofagus, bagian, struktur, dan fungsinya. Semoga apa yang dijelaskan semoga bermanfaat untuk anda.

Sumber :